Mohon DO'a Restu Agar Kegiatan Debat Calon Ketua OSIM MTs. Roudlotusysyubban Periode 2026-2027, sabtu, 07 Nopember 2027 Berjalan Lancar, dan Selamat    |     Madrasah Bermartabat, Madrasah Berakhlaqul Karimah /* Animasi berjalan terus tanpa jeda */ @keyframes running { from { transform: translateX(0); } to { transform: translateX(-50%); } }
Ekstrakurikuler Wajib Pramuka di MTs. Roudlotusysyubban Tawangrejo: Membentuk Generasi Disiplin, Mandiri, dan Berkarakter

Posted by On 1:28 AM


Ekstrakurikuler Wajib Pramuka di MTs. Roudlotusysyubban Tawangrejo: Membentuk Generasi Disiplin, Mandiri, dan Berkarakter

TAWANGREJO, WINONG – Kegiatan ekstrakurikuler Pramuka menjadi salah satu kegiatan pendidikan yang memiliki peranan penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, kemandirian, serta jiwa kepemimpinan peserta didik. Hal tersebut juga menjadi perhatian MTs. Roudlotusysyubban Tawangrejo yang secara rutin menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler wajib Pramuka setiap hari Jumat sore.

Kegiatan kepramukaan ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat mulai pukul 13.00 WIB sampai selesai. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang sebagai sarana pembelajaran di luar kelas yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik dalam mengembangkan keterampilan, pengetahuan, sikap, dan kepribadian.

Pelaksanaan kegiatan Pramuka di MTs. Roudlotusysyubban Tawangrejo dibina oleh tiga pembina, yaitu Kak Joko, Kak Salwa, dan Kak Juaila. Sementara itu, kegiatan kepramukaan berada di bawah bimbingan Kepala Gugus Depan (Gudep), Kak Hendri Setiawan, S.Pd. Dengan adanya pembinaan dan pendampingan tersebut, diharapkan kegiatan Pramuka dapat berjalan secara terarah, terprogram, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh peserta didik.

Pramuka sebagai Ekstrakurikuler Wajib di Madrasah

Pramuka bukan sekadar kegiatan tambahan untuk mengisi waktu luang setelah pembelajaran di kelas. Lebih dari itu, Pramuka merupakan kegiatan pendidikan karakter yang mengajarkan berbagai nilai kehidupan melalui aktivitas yang menyenangkan, menantang, dan mendidik.

Sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib, Pramuka di MTs. Roudlotusysyubban Tawangrejo menjadi salah satu wadah pembentukan karakter peserta didik. Melalui kegiatan ini, siswa dilatih untuk memiliki sikap disiplin, bertanggung jawab, mandiri, saling menghormati, serta mampu bekerja sama dengan orang lain.

Pendidikan kepramukaan memiliki ciri khas tersendiri karena proses pembelajarannya lebih banyak dilakukan melalui praktik secara langsung. Peserta didik tidak hanya mendengarkan penjelasan dari pembina, tetapi juga diajak untuk mencoba, mempraktikkan, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan dalam berbagai situasi.

Nilai-nilai tersebut sangat penting untuk ditanamkan sejak usia remaja. Masa pendidikan di tingkat madrasah tsanawiyah merupakan masa perkembangan peserta didik dalam membangun kepribadian dan menemukan potensi diri. Oleh karena itu, kegiatan Pramuka menjadi salah satu sarana yang tepat untuk mengarahkan perkembangan tersebut ke arah yang positif.

Kegiatan Rutin Setiap Jumat Pukul 13.00 WIB

Salah satu keistimewaan kegiatan Pramuka di MTs. Roudlotusysyubban Tawangrejo adalah pelaksanaannya yang terjadwal secara rutin setiap hari Jumat sore. Kegiatan dimulai pukul 13.00 WIB sampai selesai.

Dengan jadwal yang teratur, peserta didik diharapkan dapat membiasakan diri untuk menghargai waktu dan menaati ketentuan yang telah ditetapkan. Kedisiplinan menjadi salah satu nilai utama yang selalu ditekankan dalam setiap kegiatan kepramukaan.

Sebelum kegiatan dimulai, para peserta biasanya mempersiapkan diri dengan mengenakan seragam Pramuka, menyiapkan perlengkapan, serta berkumpul sesuai dengan kelompok atau regu masing-masing. Kesiapan tersebut merupakan bagian dari latihan tanggung jawab dan kedisiplinan.

Kegiatan kemudian dapat dilanjutkan dengan pembukaan, pengarahan dari pembina, penyampaian materi, praktik keterampilan kepramukaan, permainan edukatif, hingga evaluasi kegiatan.

Suasana latihan dibuat menarik agar para siswa tidak merasa jenuh. Pembelajaran melalui permainan dan praktik lapangan menjadi salah satu cara untuk meningkatkan semangat peserta didik dalam mengikuti setiap materi.

Melalui kegiatan rutin ini, Pramuka diharapkan tidak hanya menjadi aktivitas mingguan, tetapi juga menjadi kebiasaan positif yang membentuk sikap dan perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Dibina oleh Kak Joko, Kak Salwa, dan Kak Juaila

Keberhasilan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka tentu tidak terlepas dari peran para pembina yang mendampingi peserta didik selama proses latihan.

Di MTs. Roudlotusysyubban Tawangrejo, kegiatan Pramuka dibina oleh Kak Joko, Kak Salwa, dan Kak Juaila. Ketiganya memiliki peran penting dalam memberikan arahan, menyampaikan materi, mendampingi praktik, serta memberikan motivasi kepada para anggota Pramuka.

Pembina Pramuka tidak hanya bertugas mengajarkan teknik kepramukaan, tetapi juga menjadi pendamping dan teladan bagi peserta didik. Melalui pendekatan yang edukatif dan komunikatif, pembina berusaha menciptakan suasana latihan yang menyenangkan sekaligus memberikan nilai pendidikan.

Dalam setiap latihan, peserta didik diarahkan untuk memahami pentingnya kedisiplinan, kekompakan, keberanian, dan tanggung jawab. Mereka juga diberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sesuai dengan potensi masing-masing.

Sementara itu, Kepala Gugus Depan, Kak Hendri Setiawan, S.Pd., memberikan bimbingan terhadap pelaksanaan kegiatan kepramukaan. Peran Kepala Gudep sangat penting dalam mendukung pengelolaan kegiatan agar pelaksanaannya sesuai dengan tujuan pendidikan kepramukaan.

Sinergi antara pembina dan Kepala Gudep menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan kegiatan Pramuka yang terarah dan berkelanjutan.

Mengenal Materi dan Keterampilan Kepramukaan

Dalam kegiatan Pramuka, terdapat berbagai materi dan keterampilan yang dapat dipelajari oleh peserta didik. Materi tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan kepramukaan, tetapi juga keterampilan praktis yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa materi yang dapat diberikan dalam latihan Pramuka antara lain:

1. Baris-Berbaris (PBB)

Latihan Peraturan Baris-Berbaris merupakan salah satu kegiatan dasar dalam kepramukaan. Melalui latihan ini, peserta didik diajarkan untuk mengikuti aba-aba, menjaga sikap tubuh, bergerak secara serempak, dan menaati instruksi pemimpin.

PBB juga melatih konsentrasi, ketepatan gerakan, kedisiplinan, serta kekompakan antaranggota regu.

2. Tali-Temali dan Pionering

Keterampilan tali-temali menjadi salah satu materi penting dalam kegiatan Pramuka. Peserta didik diperkenalkan dengan berbagai jenis simpul dan ikatan yang dapat digunakan dalam aktivitas kepramukaan.

Selain itu, mereka dapat mempraktikkan keterampilan pionering, yaitu membuat berbagai bentuk konstruksi sederhana menggunakan tongkat dan tali. Kegiatan ini melatih kreativitas, ketelitian, kerja sama, dan kemampuan memecahkan masalah.

3. Sandi-Sandi Pramuka

Materi sandi Pramuka memberikan pengalaman belajar yang menarik karena peserta didik diajak untuk memecahkan pesan rahasia menggunakan kode tertentu.

Beberapa jenis sandi yang dapat dipelajari antara lain sandi Morse, sandi semaphore, sandi rumput, dan sandi angka. Melalui materi ini, siswa dilatih meningkatkan konsentrasi, daya ingat, serta kemampuan berpikir logis.

4. Semaphore dan Morse

Semaphore merupakan keterampilan menyampaikan pesan menggunakan gerakan dua bendera. Sementara itu, Morse menggunakan kombinasi tanda titik dan garis untuk menyampaikan informasi.

Kedua keterampilan tersebut mengajarkan ketelitian, koordinasi gerakan, dan kemampuan berkomunikasi.

5. Pengetahuan Kepramukaan

Peserta didik juga diperkenalkan dengan sejarah Gerakan Pramuka, lambang Pramuka, Dasa Darma, Tri Satya, serta berbagai pengetahuan dasar tentang kepramukaan.

Materi tersebut menjadi bekal agar siswa memahami nilai-nilai yang terkandung dalam Gerakan Pramuka dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Menanamkan Kedisiplinan dan Tanggung Jawab

Salah satu tujuan utama kegiatan Pramuka di MTs. Roudlotusysyubban Tawangrejo adalah membentuk pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab.

Kedisiplinan tidak hanya diajarkan melalui teori, tetapi juga diterapkan dalam setiap rangkaian kegiatan. Peserta didik dibiasakan datang tepat waktu, mengenakan seragam sesuai ketentuan, mengikuti instruksi pembina, dan menyelesaikan tugas yang diberikan.

Kebiasaan sederhana tersebut diharapkan dapat terbawa ke lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Selain disiplin, tanggung jawab juga menjadi nilai penting yang ditanamkan. Setiap anggota Pramuka diharapkan mampu menjalankan tugas sesuai perannya dalam kelompok. Mereka belajar bahwa keberhasilan sebuah regu tidak hanya ditentukan oleh satu orang, melainkan oleh kerja sama seluruh anggota.

Dengan demikian, peserta didik dapat memahami bahwa tanggung jawab merupakan bagian penting dalam kehidupan bersama.

Melatih Kemandirian dan Jiwa Kepemimpinan

Kegiatan Pramuka memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar menjadi pribadi yang mandiri. Mereka didorong untuk mampu mempersiapkan perlengkapan sendiri, menyelesaikan tugas, mengambil keputusan sederhana, serta menghadapi tantangan dengan percaya diri.

Dalam kegiatan beregu, peserta didik juga memperoleh kesempatan untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan. Mereka belajar memimpin teman, menyampaikan pendapat, menerima masukan, dan menghargai keputusan bersama.

Kepemimpinan bukan hanya tentang memberikan perintah kepada orang lain, melainkan juga tentang memberikan contoh yang baik, bersikap adil, dan bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil.

Melalui latihan secara berkelanjutan, diharapkan muncul bibit-bibit pemimpin muda yang memiliki karakter kuat, berani, santun, dan mampu bekerja sama.

Membangun Kekompakan dan Semangat Kebersamaan

Pramuka merupakan kegiatan yang sangat menekankan nilai persaudaraan dan kebersamaan. Dalam setiap latihan, peserta didik diajak untuk bekerja sama dan saling membantu dalam menyelesaikan berbagai tantangan.

Kegiatan kelompok memberikan pengalaman bahwa setiap anggota memiliki kemampuan dan kelebihan masing-masing. Tidak semua orang harus menjadi pemimpin, tetapi setiap orang memiliki peran penting dalam mencapai tujuan bersama.

Semangat gotong royong, saling menghargai, dan tidak membeda-bedakan teman menjadi nilai yang terus dikembangkan melalui kegiatan kepramukaan.

Hal ini sejalan dengan nilai-nilai pendidikan madrasah yang tidak hanya menekankan kecerdasan intelektual, tetapi juga pembentukan akhlak dan kepribadian yang baik.

Dengan demikian, kegiatan Pramuka diharapkan mampu menciptakan lingkungan pergaulan yang positif, mempererat persahabatan, serta menumbuhkan rasa persaudaraan di antara peserta didik.

Menumbuhkan Cinta Alam dan Kepedulian Lingkungan

Salah satu nilai penting dalam Dasa Darma Pramuka adalah cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Nilai tersebut dapat diterapkan melalui berbagai aktivitas yang berkaitan dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Peserta didik dapat dibiasakan menjaga kebersihan lingkungan madrasah, membuang sampah pada tempatnya, merawat tanaman, serta menggunakan fasilitas sekolah dengan baik.

Melalui pembiasaan tersebut, siswa belajar bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab seluruh warga madrasah.

Kegiatan kepramukaan juga dapat menjadi sarana untuk mengenalkan pentingnya menjaga kelestarian alam. Sikap peduli lingkungan diharapkan tidak berhenti ketika latihan selesai, tetapi menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pramuka sebagai Sarana Pengembangan Potensi Siswa

Setiap peserta didik memiliki bakat, minat, dan kemampuan yang berbeda-beda. Ada siswa yang memiliki kemampuan dalam bidang komunikasi, kepemimpinan, keterampilan tangan, kedisiplinan, maupun kerja sama kelompok.

Melalui kegiatan Pramuka, berbagai potensi tersebut dapat dikembangkan secara bertahap.

Peserta didik yang awalnya kurang percaya diri dapat belajar berbicara di depan teman-temannya. Siswa yang kurang aktif dapat didorong untuk berpartisipasi dalam kegiatan kelompok. Sementara itu, siswa yang memiliki kemampuan memimpin dapat diberikan kesempatan untuk mengoordinasikan regu.

Dengan adanya kegiatan yang beragam, Pramuka menjadi ruang pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada seluruh siswa untuk berkembang.

Pengalaman tersebut tentu menjadi bekal penting bagi peserta didik dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Dukungan Madrasah terhadap Kegiatan Kepramukaan

Penyelenggaraan ekstrakurikuler wajib Pramuka di MTs. Roudlotusysyubban Tawangrejo merupakan bagian dari upaya madrasah dalam mendukung pendidikan yang seimbang antara pengetahuan, keterampilan, dan pembentukan karakter.

Pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas melalui mata pelajaran, tetapi juga melalui berbagai pengalaman di luar kelas. Kegiatan Pramuka memberikan ruang bagi peserta didik untuk mempraktikkan nilai-nilai positif secara langsung.

Melalui jadwal latihan setiap Jumat pukul 13.00 WIB sampai selesai, madrasah berupaya membangun kebiasaan positif yang dilakukan secara konsisten.

Peran pembina Kak Joko, Kak Salwa, dan Kak Juaila, serta bimbingan Kepala Gudep Kak Hendri Setiawan, S.Pd., diharapkan terus memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas kegiatan kepramukaan.

Ke depan, kegiatan Pramuka juga dapat dikembangkan melalui berbagai aktivitas tambahan, seperti perkemahan, penjelajahan, lomba keterampilan, kegiatan sosial, bakti lingkungan, serta kegiatan kepramukaan lainnya sesuai dengan program madrasah.

Berbagai kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman yang lebih luas kepada peserta didik sekaligus meningkatkan semangat mereka dalam mengikuti kegiatan Pramuka.

Mencetak Generasi Muda yang Berkarakter

Pada akhirnya, keberhasilan kegiatan Pramuka tidak hanya diukur dari seberapa banyak materi yang telah dipelajari atau seberapa sering peserta didik mengikuti latihan. Keberhasilan yang sesungguhnya dapat dilihat dari perubahan sikap dan perilaku mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Siswa yang terbiasa disiplin saat latihan diharapkan mampu menerapkan kedisiplinan dalam belajar. Siswa yang terbiasa bekerja sama diharapkan mampu menghargai orang lain. Begitu pula dengan nilai kemandirian, tanggung jawab, keberanian, dan kepedulian sosial yang diharapkan tumbuh melalui kegiatan kepramukaan.

MTs. Roudlotusysyubban Tawangrejo terus berupaya menjadikan Pramuka sebagai salah satu sarana pendidikan karakter bagi peserta didik. Melalui latihan rutin setiap Jumat sore pukul 13.00 WIB sampai selesai, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik.

Dengan dukungan para pembina dan bimbingan Kepala Gugus Depan, kegiatan Pramuka diharapkan semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi seluruh warga madrasah.

Praktik Membuat Tandu Darurat, Melatih Kekompakan dan Kepedulian Sesama

Salah satu kegiatan menarik dalam ekstrakurikuler wajib Pramuka di MTs. Roudlotusysyubban Tawangrejo adalah praktik keterampilan membuat tandu darurat menggunakan tongkat dan tali-temali. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran kepramukaan yang mengutamakan keterampilan, kerja sama, ketelitian, serta kepedulian terhadap sesama.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa terlihat bekerja sama membuat konstruksi tandu sederhana dengan memanfaatkan tongkat Pramuka dan tali. Setelah proses pembuatan selesai, mereka mempraktikkan cara menggunakan tandu untuk mengangkat dan memindahkan teman yang berperan sebagai korban.

Kegiatan ini bukan sekadar permainan atau latihan fisik biasa. Di dalamnya terdapat pembelajaran penting mengenai bagaimana seseorang harus bertindak ketika menghadapi situasi darurat yang membutuhkan pertolongan dan kerja sama tim.

Para anggota Pramuka dibagi dalam beberapa kelompok untuk menyelesaikan tugas bersama. Mereka harus memahami teknik mengikat tali, memastikan kekuatan ikatan, mengatur posisi tongkat, serta memperhatikan keseimbangan tandu agar dapat digunakan dengan baik.

Dalam praktiknya, setiap anggota memiliki tugas masing-masing. Ada yang bertugas menyiapkan tongkat, mengikat tali, memeriksa kekuatan konstruksi, hingga membantu mengangkat tandu. Semua harus dilakukan secara terkoordinasi agar proses pengangkatan berjalan aman.

Latihan tersebut juga mengajarkan bahwa keberhasilan sebuah pekerjaan tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, melainkan membutuhkan kekompakan seluruh anggota kelompok.

Belajar Pertolongan Pertama dan Evakuasi Korban

Selain melatih keterampilan tali-temali, pembuatan tandu darurat juga memiliki hubungan erat dengan pengetahuan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Peserta didik diperkenalkan dengan keterampilan dasar dalam membantu seseorang yang membutuhkan pertolongan.

Melalui simulasi sederhana, siswa belajar memahami pentingnya bersikap tenang, memperhatikan kondisi orang yang membutuhkan bantuan, serta meminta pertolongan kepada orang yang lebih kompeten.

Mereka juga diperkenalkan dengan pentingnya memperhatikan keselamatan korban ketika melakukan pemindahan. Tandu harus dibuat dengan kuat, ikatan harus diperiksa kembali, dan proses pengangkatan harus dilakukan secara bersamaan mengikuti aba-aba pemimpin kelompok.

Pembelajaran semacam ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar kepada siswa mengenai pentingnya kesiapsiagaan dan kepedulian terhadap sesama.

Mengembangkan Kerja Sama dan Tanggung Jawab

Salah satu nilai pendidikan yang paling menonjol dalam kegiatan ini adalah kerja sama. Para siswa dituntut untuk saling berkomunikasi, berbagi tugas, dan membantu teman yang mengalami kesulitan.

Ketika membuat tandu, setiap anggota harus memiliki rasa tanggung jawab terhadap tugasnya. Kesalahan dalam mengikat tali atau menyusun tongkat dapat memengaruhi kekuatan konstruksi. Oleh sebab itu, ketelitian dan kehati-hatian menjadi bagian penting dalam latihan.

Kegiatan ini juga melatih jiwa kepemimpinan. Seorang pemimpin kelompok harus mampu memberikan arahan, mengatur pembagian tugas, serta memastikan seluruh anggota memahami apa yang harus dilakukan.

Dengan demikian, siswa tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga belajar menjadi pribadi yang peduli, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu bekerja dalam sebuah tim.

Pramuka Belajar Melalui Praktik Langsung

Kegiatan pembuatan tandu darurat menjadi bukti bahwa pembelajaran Pramuka dapat dilaksanakan dengan cara yang menyenangkan sekaligus bermanfaat. Peserta didik tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi langsung mempraktikkannya bersama teman-teman.

Melalui bimbingan Kak Joko, Kak Salwa, dan Kak Juaila di bawah arahan Kepala Gudep Kak Hendri Setiawan, S.Pd., kegiatan kepramukaan di MTs. Roudlotusysyubban Tawangrejo diharapkan semakin berkembang dan memberikan pengalaman berharga bagi para siswa.

Latihan seperti ini menjadi salah satu cara untuk menanamkan nilai-nilai Dasa Darma Pramuka, khususnya sikap rela menolong, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.

Harapannya, pengalaman yang diperoleh selama mengikuti latihan Pramuka dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, seorang anggota Pramuka sejati bukan hanya dituntut terampil dalam berbagai keterampilan, tetapi juga harus memiliki hati yang peduli dan siap membantu orang lain.

Melalui tongkat, tali, dan semangat kebersamaan, para siswa belajar bahwa kekuatan terbesar bukan terletak pada kemampuan seseorang, melainkan pada kerja sama, kepedulian, dan kesediaan untuk saling membantu.
















Pramuka bukan sekadar kegiatan baris-berbaris, tali-temali, atau permainan di lapangan. Pramuka adalah proses belajar tentang kehidupan, kebersamaan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepemimpinan. Dari setiap latihan sederhana, tersimpan harapan besar untuk membentuk generasi muda yang mandiri, berakhlak mulia, tangguh, dan siap menghadapi masa depan.

Salam Pramuka!


MTs. Roudlotusysyubban Laksanakan Tes Tertulis dan Wawancara Calon Pengurus OSIM Periode 2026/2027

Posted by On 5:04 PM


PATI
— Dalam rangka mempersiapkan kepengurusan Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) yang berkualitas, MTs. Roudlotusysyubban Tawangrejo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, melaksanakan kegiatan tes tertulis dan wawancara bagi calon pengurus OSIM periode 2026/2027.

Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan penting dalam proses pemilihan pengurus organisasi siswa di lingkungan madrasah. Melalui seleksi tersebut, pihak madrasah berupaya mendapatkan calon pengurus yang tidak hanya memiliki semangat berorganisasi, tetapi juga mempunyai jiwa kepemimpinan, rasa tanggung jawab, kedisiplinan, kreativitas, serta kemampuan bekerja sama dalam sebuah organisasi.

Seleksi calon pengurus OSIM dilaksanakan dengan memberikan sejumlah materi yang harus dipahami dan dikuasai oleh setiap peserta. Materi tersebut mencakup pemahaman mengenai visi dan misi, pengetahuan dasar tentang OSIM, tugas pokok dan fungsi organisasi, struktur kepengurusan, pengetahuan hari besar Islam dan nasional, studi kasus keorganisasian, hingga penyusunan rencana program kerja untuk masa kepengurusan mendatang.

Melalui tahapan ini, diharapkan calon pengurus OSIM yang terpilih nantinya benar-benar merupakan peserta didik yang siap mengemban amanah dan mampu menjadi teladan bagi seluruh siswa MTs. Roudlotusysyubban.

Mencetak Pemimpin Muda yang Berkualitas

Organisasi Siswa Intra Madrasah atau OSIM merupakan salah satu wadah pembinaan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berorganisasi, kepemimpinan, komunikasi, serta tanggung jawab sosial. Keberadaan OSIM memiliki peranan penting dalam mendukung berbagai kegiatan madrasah, baik di bidang keagamaan, pendidikan, kedisiplinan, seni, olahraga, maupun pengembangan kreativitas siswa.

Melalui organisasi ini, peserta didik mendapatkan kesempatan untuk belajar secara langsung mengenai kehidupan berorganisasi. Mereka tidak hanya belajar menyampaikan pendapat, tetapi juga memahami bagaimana cara mengambil keputusan, menyelesaikan permasalahan, menyusun kegiatan, membagi tugas, serta mempertanggungjawabkan setiap amanah yang diberikan.

Oleh karena itu, pemilihan pengurus OSIM tidak semestinya hanya berorientasi pada popularitas atau banyaknya teman yang memberikan dukungan. Seorang calon pengurus harus memiliki kesiapan mental, kemampuan berpikir, sikap disiplin, dan kemauan untuk bekerja demi kepentingan bersama.

Tes tertulis dan wawancara menjadi sarana untuk mengetahui sejauh mana kesiapan masing-masing calon dalam menjalankan tugas organisasi. Dari jawaban dan gagasan yang disampaikan, pihak madrasah dapat melihat potensi, pemahaman, serta karakter calon pengurus.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pendidikan demokrasi di lingkungan madrasah. Para siswa diajak memahami bahwa sebuah organisasi membutuhkan proses seleksi, musyawarah, tanggung jawab, dan komitmen bersama untuk mencapai tujuan.

Menguji Visi dan Misi Setiap Calon Pengurus

Materi pertama yang menjadi bagian dari tes tertulis dan wawancara adalah visi dan misi masing-masing peserta.

Visi dan misi merupakan landasan utama bagi seorang calon pemimpin dalam menentukan arah dan tujuan organisasi. Melalui visi, seorang calon pengurus diharapkan mampu menggambarkan kondisi OSIM yang ingin diwujudkan selama masa kepengurusannya.

Sementara itu, misi merupakan langkah-langkah nyata yang akan dilakukan untuk mewujudkan visi tersebut.

Setiap calon pengurus diberikan kesempatan untuk menyampaikan gagasan, harapan, serta rencana yang ingin dikembangkan apabila nantinya mendapatkan kepercayaan menjadi bagian dari kepengurusan OSIM periode 2026/2027.

Dalam penyampaian visi dan misi, peserta diharapkan tidak sekadar membuat kalimat yang menarik, tetapi juga mampu menjelaskan maksud dan tujuan dari gagasan tersebut.

Visi yang baik harus memiliki arah yang jelas, sedangkan misi perlu disusun secara realistis dan dapat dilaksanakan sesuai dengan kondisi madrasah.

Melalui materi ini, calon pengurus dilatih untuk berpikir visioner, memiliki tujuan yang terarah, serta memahami bahwa seorang pemimpin harus mampu memberikan perubahan positif bagi lingkungan sekitarnya.

Memahami Organisasi Siswa Intra Madrasah

Materi kedua berkaitan dengan pengetahuan tentang OSIM. Pada bagian ini, calon pengurus dituntut memahami pengertian organisasi, tujuan pembentukan OSIM, manfaat berorganisasi, serta peran OSIM dalam mendukung kegiatan madrasah.

Pemahaman dasar tersebut sangat penting karena seorang pengurus harus mengetahui organisasi yang akan menjadi tempatnya mengabdi dan menjalankan berbagai kegiatan.

OSIM bukan sekadar organisasi yang bertugas menyelenggarakan acara atau kegiatan seremonial. Lebih dari itu, OSIM merupakan wadah pembelajaran bagi siswa untuk mengembangkan potensi diri, melatih keberanian, meningkatkan kedisiplinan, serta membangun kepedulian terhadap lingkungan madrasah.

Calon pengurus diharapkan memahami bahwa keberadaan OSIM harus memberikan manfaat bagi seluruh peserta didik, bukan hanya bagi anggota yang tergabung di dalamnya.

Melalui materi ini, peserta juga diajak memahami pentingnya kerja sama antara pengurus OSIM, pembina, guru, dan seluruh warga madrasah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aktif, tertib, kreatif, dan berprestasi.

Menguasai Tugas Pokok dan Fungsi Keorganisasian

Selanjutnya, materi ketiga membahas tugas pokok dan fungsi keorganisasian OSIM.

Dalam sebuah organisasi, setiap anggota memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda sesuai dengan jabatan dan bidang masing-masing. Pembagian tugas tersebut diperlukan agar seluruh program kerja dapat berjalan secara teratur dan terarah.

Calon pengurus harus memahami tugas seorang ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, serta masing-masing koordinator bidang.

Ketua OSIM memiliki tanggung jawab mengoordinasikan jalannya organisasi dan memastikan kegiatan terlaksana sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Wakil ketua membantu ketua dalam menjalankan tugas serta menggantikan peran ketua apabila diperlukan.

Sekretaris bertanggung jawab terhadap administrasi organisasi, surat-menyurat, pencatatan hasil rapat, dan dokumentasi kegiatan. Sementara itu, bendahara mengelola keuangan organisasi secara tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Adapun koordinator bidang bertugas merencanakan serta melaksanakan kegiatan sesuai dengan bidang masing-masing.

Melalui materi ini, peserta diharapkan memahami bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya bergantung pada ketua, melainkan merupakan hasil kerja sama seluruh anggota.

Setiap jabatan mempunyai peranan penting. Tidak ada posisi yang boleh dianggap lebih rendah karena semua bagian saling mendukung dalam mencapai tujuan organisasi.

Mengenal Struktur Organisasi

Materi keempat adalah struktur organisasi. Materi ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman calon pengurus mengenai susunan kepengurusan dan hubungan koordinasi dalam organisasi OSIM.

Struktur organisasi merupakan susunan yang menggambarkan pembagian jabatan, tanggung jawab, serta hubungan kerja antaranggota. Dengan adanya struktur yang jelas, setiap pengurus dapat memahami posisi dan tugas masing-masing.

Calon pengurus diharapkan mampu menjelaskan bagaimana koordinasi dilakukan antara ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, dan setiap bidang yang ada dalam organisasi.

Selain itu, pemahaman mengenai struktur organisasi juga mengajarkan pentingnya menghormati pembagian tugas dan menjaga komunikasi antarpengurus.

Dalam organisasi, setiap anggota harus mampu bekerja sesuai dengan tanggung jawabnya tanpa mengabaikan kepentingan bersama.

Dengan memahami struktur organisasi, calon pengurus diharapkan dapat menjalankan roda kepengurusan secara lebih tertib, efektif, dan terkoordinasi.

Memperluas Wawasan Hari Besar Islam dan Nasional

Tidak hanya menguji kemampuan dalam bidang organisasi, seleksi calon pengurus OSIM periode 2026/2027 juga memberikan perhatian terhadap wawasan kebangsaan dan keislaman.

Materi kelima adalah pengetahuan tentang peringatan hari besar Islam dan hari besar nasional, termasuk tanggal-tanggal penting yang berkaitan dengan kedua peringatan tersebut.

Pada materi hari besar Islam, peserta diharapkan mengenal berbagai peristiwa penting dalam sejarah Islam, seperti Tahun Baru Islam 1 Muharam, Maulid Nabi Muhammad SAW, Isra Mikraj, Nuzulul Qur'an, Idulfitri, dan Iduladha.

Selain mengetahui nama peringatannya, calon pengurus juga perlu memahami makna serta nilai-nilai yang terkandung dalam setiap peristiwa tersebut.

Sementara itu, pengetahuan mengenai hari besar nasional mencakup berbagai peringatan penting, seperti Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus, Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei, Hari Pahlawan pada 10 November, Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei, Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober, dan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober.

Pengetahuan tersebut sangat diperlukan karena OSIM memiliki peran dalam mendukung pelaksanaan berbagai kegiatan peringatan hari besar di lingkungan madrasah.

Melalui materi ini, calon pengurus diharapkan memiliki wawasan yang luas, memahami sejarah perjuangan bangsa, serta mampu menumbuhkan semangat nasionalisme dan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Mengasah Kemampuan Melalui Studi Kasus Keorganisasian

Materi keenam adalah studi kasus keorganisasian. Bagian ini menjadi salah satu materi penting karena menguji kemampuan peserta dalam menghadapi berbagai persoalan yang mungkin terjadi selama menjalankan roda organisasi.

Dalam kehidupan berorganisasi, tidak semua kegiatan berjalan sesuai dengan rencana. Terkadang muncul perbedaan pendapat, kurangnya komunikasi, anggota yang tidak menjalankan tugas, keterbatasan waktu, hingga kendala dalam pelaksanaan program kerja.

Seorang pengurus OSIM harus mampu menghadapi berbagai situasi tersebut dengan sikap tenang, bijaksana, dan mengutamakan musyawarah.

Melalui studi kasus, peserta diajak berpikir kritis untuk menemukan solusi terhadap permasalahan yang diberikan.

Mereka dituntut tidak hanya mampu mengidentifikasi persoalan, tetapi juga menjelaskan langkah-langkah penyelesaian yang tepat dan dapat diterapkan.

Materi ini sekaligus melatih kemampuan mengambil keputusan, menyampaikan pendapat, menghargai perbedaan, serta mengutamakan kepentingan organisasi daripada kepentingan pribadi.

Seorang pemimpin yang baik bukanlah seseorang yang tidak pernah menghadapi masalah, melainkan seseorang yang mampu mencari jalan keluar dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambil.

Menyusun Rencana Program Kerja Masa Mendatang

Materi terakhir adalah rencana program kerja yang akan dilaksanakan ke depannya.

Pada bagian ini, calon pengurus diberikan kesempatan untuk mengemukakan ide dan gagasan mengenai kegiatan yang ingin diwujudkan selama masa kepengurusan OSIM periode 2026/2027.

Program kerja yang disusun diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi peserta didik dan mendukung kemajuan madrasah.

Beberapa bidang yang dapat dikembangkan antara lain bidang keagamaan, kedisiplinan, kebersihan lingkungan, pendidikan, olahraga, seni budaya, kreativitas, serta pengembangan minat dan bakat siswa.

Dalam bidang keagamaan, misalnya, OSIM dapat mengembangkan kegiatan pembiasaan ibadah, kajian keislaman, kegiatan Ramadan, dan peringatan hari besar Islam.

Dalam bidang kebersihan, pengurus dapat merancang program lingkungan madrasah yang bersih, sehat, dan nyaman. Sementara itu, dalam bidang kreativitas dan olahraga, OSIM dapat mengembangkan kegiatan perlombaan antarkelas maupun kegiatan pengembangan bakat peserta didik.

Namun, setiap program kerja harus disusun dengan mempertimbangkan kemampuan organisasi, waktu pelaksanaan, kebutuhan madrasah, serta koordinasi dengan pembina dan pihak terkait.

Gagasan yang baik bukan hanya program yang terlihat menarik, tetapi juga program yang dapat dilaksanakan secara nyata, berkelanjutan, dan memberikan dampak positif.

Melalui materi ini, calon pengurus diharapkan mampu menjadi pribadi yang kreatif, inovatif, dan memiliki kepedulian terhadap perkembangan madrasah.

Wawancara Menjadi Sarana Menggali Karakter Calon Pemimpin

Selain tes tertulis, sesi wawancara menjadi bagian penting dalam proses seleksi. Melalui wawancara, calon pengurus memperoleh kesempatan untuk menjelaskan pemikiran, pengalaman, motivasi, serta kesiapan mereka dalam menjalankan amanah organisasi.

Wawancara juga menjadi sarana untuk melihat bagaimana peserta menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, menghadapi situasi tertentu, dan menunjukkan sikap selama proses seleksi.

Kemampuan berbicara di depan orang lain, kepercayaan diri, kesopanan, kejujuran, serta kesungguhan menjadi beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan.

Seorang calon pemimpin harus mampu berkomunikasi dengan baik dan bersedia mendengarkan pendapat orang lain.

Selain itu, peserta juga perlu memahami bahwa menjadi pengurus OSIM berarti bersedia meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk menjalankan berbagai kegiatan madrasah.

Jabatan dalam organisasi bukan sekadar kebanggaan, melainkan amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Membangun OSIM yang Aktif, Kreatif, dan Bertanggung Jawab

Melalui pelaksanaan tes tertulis dan wawancara ini, MTs. Roudlotusysyubban berharap dapat membentuk kepengurusan OSIM periode 2026/2027 yang lebih baik, aktif, kreatif, dan bertanggung jawab.

Pengurus OSIM yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjadi mitra madrasah dalam mengembangkan berbagai kegiatan positif serta menjadi contoh bagi peserta didik lainnya.

OSIM juga diharapkan dapat menjadi wadah yang mampu menampung aspirasi siswa dan mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki peserta didik.

Dengan adanya kepengurusan yang solid, berbagai kegiatan madrasah diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan memberikan pengalaman berharga bagi seluruh siswa.

Proses seleksi ini juga menjadi pembelajaran bahwa untuk menjadi seorang pemimpin diperlukan persiapan, pengetahuan, sikap disiplin, dan kemauan untuk terus belajar.

Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Kegiatan seleksi calon pengurus OSIM bukan sekadar tahapan untuk menentukan siapa yang akan menduduki jabatan dalam organisasi. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari proses pendidikan karakter dan pembentukan jiwa kepemimpinan bagi peserta didik.

Setiap calon pengurus diharapkan dapat mengikuti seluruh tahapan dengan sungguh-sungguh dan menjunjung tinggi nilai kejujuran serta sportivitas.

Bagi peserta yang nantinya mendapatkan amanah sebagai pengurus, hendaknya mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Sementara bagi peserta yang belum mendapatkan kesempatan, pengalaman mengikuti seleksi tetap menjadi bekal berharga untuk meningkatkan kemampuan diri.

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah organisasi bukan hanya dilihat dari siapa yang menjadi ketua atau siapa yang menduduki jabatan tertentu, melainkan dari bagaimana seluruh anggota mampu bekerja sama, menjaga kekompakan, dan memberikan kontribusi terbaik.

Semoga melalui seleksi calon pengurus OSIM periode 2026/2027 ini, MTs. Roudlotusysyubban dapat melahirkan generasi muda yang memiliki jiwa kepemimpinan, berkarakter Islami, berwawasan kebangsaan, kreatif, disiplin, serta mampu menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya.

Selamat berjuang kepada seluruh calon pengurus OSIM MTs. Roudlotusysyubban periode 2026/2027. Tunjukkan kemampuan terbaik, junjung tinggi kejujuran, dan jadikan organisasi sebagai tempat belajar, berkarya, serta mengabdi.

MTs. Roudlotusysyubban Tawangrejo — Unggul Dalam Keilmuan, Jiwa Berlandaskan Keimanan, Akhlaq Menjadi Kebiasaan.

Alumni MTs Roudlotusysyubban Terpilih Menjadi Duta Genre Putra Kabupaten Pati, Siap Melangkah ke Tingkat Provinsi

Posted by On 4:55 PM

 


PATI — Kabar membanggakan kembali hadir dari keluarga besar MTs Roudlotusysyubban Tawangrejo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati. Kali ini, kebanggaan tersebut datang dari salah satu alumni yang berhasil menorehkan prestasi di luar lingkungan madrasah. Ia adalah Daffa Meireno Alfiansah, alumni MTs Roudlotusysyubban tahun 2021, yang kini dipercaya menjadi Duta Genre Putra Kabupaten Pati dan akan membawa nama Kabupaten Pati dalam ajang pemilihan Duta Generasi Berencana (Genre) tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh keluarga besar MTs Roudlotusysyubban. Pasalnya, prestasi seorang alumni merupakan salah satu bukti bahwa pendidikan dan pembinaan karakter yang diperoleh selama menempuh pendidikan di madrasah dapat menjadi bekal berharga untuk melangkah dan berkontribusi di tengah masyarakat.

Terpilihnya Daffa sebagai Duta Genre Putra Kabupaten Pati sekaligus menjadi motivasi bagi para peserta didik yang saat ini masih menempuh pendidikan di MTs Roudlotusysyubban agar terus mengembangkan potensi, meningkatkan kepercayaan diri, serta berani mengambil kesempatan untuk berprestasi dalam berbagai bidang.

Membawa Nama Kabupaten Pati ke Tingkat Provinsi

Menjadi seorang Duta Genre bukan sekadar mendapatkan gelar atau predikat tertentu. Di balik kepercayaan tersebut terdapat tanggung jawab untuk menjadi representasi generasi muda yang memiliki wawasan, kepribadian positif, kemampuan komunikasi, serta kepedulian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi remaja.

Daffa Meireno Alfiansah kini mendapatkan kesempatan untuk menjalankan peran tersebut dengan membawa nama Kabupaten Pati ke tingkat Provinsi Jawa Tengah. Kesempatan ini tentu menjadi pengalaman yang berharga sekaligus tantangan baru untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya di hadapan peserta dari berbagai kabupaten dan kota.

Melangkah ke tingkat provinsi merupakan sebuah pencapaian yang patut disyukuri. Persaingan yang semakin luas tentu membutuhkan persiapan yang lebih matang, baik dari segi pengetahuan, keterampilan berbicara di depan umum, wawasan tentang program Generasi Berencana, maupun kemampuan membangun komunikasi dengan lingkungan sekitar.

Harapan besar pun disematkan kepada Daffa agar mampu menjalankan setiap tahapan penilaian dengan baik. Semoga seluruh proses yang akan dilalui diberikan kelancaran, kemudahan, kesehatan, serta hasil terbaik sesuai dengan harapan.

Bagi keluarga besar MTs Roudlotusysyubban, keberhasilan alumni melangkah ke tingkat provinsi bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, melainkan juga membawa kebahagiaan bagi almamater yang pernah menjadi tempatnya menimba ilmu.

Mengenal Generasi Berencana dan Peran Duta Genre

Generasi Berencana atau yang lebih dikenal dengan sebutan Genre merupakan sebuah program yang mendorong terbentuknya generasi muda yang memiliki perencanaan kehidupan secara matang. Program ini mengajak para remaja untuk menjadi pribadi yang memiliki pengetahuan, tanggung jawab, serta kemampuan mengambil keputusan secara bijaksana dalam menjalani kehidupan.

Duta Genre memiliki peran penting sebagai figur inspiratif bagi kalangan remaja. Mereka diharapkan mampu menjadi contoh positif sekaligus menyampaikan berbagai informasi dan edukasi yang bermanfaat bagi teman sebaya.

Melalui peran tersebut, seorang Duta Genre diharapkan dapat mengajak generasi muda untuk lebih peduli terhadap masa depan, pendidikan, kesehatan, pengembangan diri, serta perencanaan kehidupan berkeluarga.

Selain itu, Duta Genre juga diharapkan mampu menjadi penggerak dalam menyebarluaskan informasi mengenai pentingnya perencanaan masa depan bagi remaja. Dengan pendekatan yang komunikatif dan sesuai dengan dunia anak muda, pesan-pesan positif dapat disampaikan secara lebih mudah diterima oleh lingkungan sebayanya.

Keberadaan Duta Genre menjadi salah satu bentuk upaya untuk menciptakan generasi muda yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kematangan emosional, kepedulian sosial, serta kemampuan menentukan arah kehidupan.

Oleh karena itu, kepercayaan yang diberikan kepada Daffa Meireno Alfiansah sebagai Duta Genre Putra Kabupaten Pati merupakan sebuah amanah yang patut dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Alumni yang Menjadi Inspirasi bagi Almamater

Bagi sebuah lembaga pendidikan, keberhasilan peserta didik tidak berhenti ketika mereka menyelesaikan pendidikan dan meninggalkan bangku madrasah. Justru, perjalanan setelah menjadi alumni merupakan salah satu bagian penting untuk melihat bagaimana ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai pendidikan diterapkan dalam kehidupan nyata.

Daffa Meireno Alfiansah merupakan salah satu alumni MTs Roudlotusysyubban tahun 2021 yang kini kembali membawa kabar membanggakan bagi almamaternya.

Perjalanan yang ditempuh setelah lulus dari madrasah menunjukkan bahwa setiap alumni memiliki kesempatan untuk berkembang dan menemukan jalan kesuksesannya masing-masing.

Ada alumni yang melanjutkan prestasi di bidang akademik, olahraga, seni, organisasi, keagamaan, maupun kegiatan sosial kemasyarakatan. Kini, Daffa hadir dengan pencapaiannya di bidang pengembangan generasi muda melalui program Duta Genre.

Hal ini menjadi pengingat bahwa setiap pengalaman selama menempuh pendidikan memiliki arti tersendiri. Pembelajaran di kelas, kegiatan organisasi, pembiasaan kedisiplinan, pendidikan karakter, serta interaksi dengan guru dan teman dapat menjadi bekal dalam menghadapi berbagai tantangan pada masa mendatang.

MTs Roudlotusysyubban tentu merasa bangga ketika para alumninya mampu menunjukkan perkembangan positif dan berkontribusi dalam berbagai bidang.

Keberhasilan Daffa diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi adik-adik kelasnya untuk tidak membatasi cita-cita. Setiap peserta didik memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi pribadi yang berprestasi, bermanfaat, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.

Menjadi Bukti Bahwa Alumni Madrasah Mampu Bersaing

Prestasi yang diraih Daffa juga menjadi gambaran bahwa lulusan madrasah memiliki peluang yang luas untuk berkiprah di berbagai bidang kehidupan.

Selama ini, madrasah tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga memberikan perhatian terhadap pembentukan karakter, akhlak, kedisiplinan, dan pengembangan kemampuan peserta didik.

Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting ketika seorang siswa memasuki lingkungan yang lebih luas. Kemampuan berkomunikasi, menghargai orang lain, bekerja sama, bertanggung jawab, serta menjaga sikap merupakan hal-hal yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Menjadi Duta Genre tentu membutuhkan kemampuan untuk berinteraksi dengan banyak orang, menyampaikan gagasan, memahami persoalan remaja, serta menjadi teladan dalam lingkungan pergaulan.

Karena itu, pencapaian Daffa patut mendapatkan apresiasi. Ia telah menunjukkan bahwa alumni MTs Roudlotusysyubban mampu mengambil peran dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi generasi muda.

Semoga keberhasilan ini juga membuka jalan bagi semakin banyak alumni lainnya untuk mengikuti jejak positif serupa, bahkan meraih prestasi yang lebih tinggi.

Dukungan dan Harapan dari Keluarga Besar Madrasah

Kabar terpilihnya Daffa Meireno Alfiansah sebagai Duta Genre Putra Kabupaten Pati disambut dengan rasa bangga dan penuh harapan oleh keluarga besar MTs Roudlotusysyubban Tawangrejo.

Dukungan moral dan doa menjadi salah satu bentuk perhatian yang dapat diberikan oleh almamater kepada alumni yang sedang berjuang membawa nama daerahnya.

Madrasah berharap agar Daffa dapat menjalani seluruh rangkaian kegiatan penilaian tingkat provinsi dengan penuh semangat, percaya diri, dan tetap menjaga sikap rendah hati.

Perjalanan menuju tingkat provinsi tentu memerlukan persiapan yang tidak sedikit. Setiap tahapan harus dihadapi dengan kesungguhan, ketekunan, serta kemauan untuk terus belajar dan memperbaiki diri.

Kemenangan memang menjadi harapan, tetapi proses yang dijalani juga memiliki nilai yang sangat penting. Setiap pengalaman, pertemuan, dan kesempatan untuk belajar dari peserta lain akan menjadi bekal berharga bagi perkembangan pribadi.

Semoga Daffa dapat memanfaatkan

 MTs Roudlotusysyubban Berhasil Ukir Prestasi JUARA 1 di Ajang MTQ Umum XXXIII Tingkat Kabupaten Pati Siap menuju Jawa Tengah

Posted by On 2:06 AM

 MTs Roudlotusysyubban Berhasil Ukir Prestasi di Ajang MTQ Umum XXXIII Tingkat Kabupaten Pati


MTs Roudlotusysyubban Tawangrejo, Winong, kembali menunjukkan prestasinya di bidang keagamaan. Pada Rabu, 30 September 2026, dua peserta didik terbaik sekolah ini dipercaya menjadi delegasi Kecamatan Winong untuk berlaga dalam Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) Umum XXXIII Tingkat Kabupaten Pati Tahun 2026. Ajang dua tahunan yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Pati ini dipusatkan di MAN 1 Pati.

Sebelum melangkah ke tingkat kabupaten, para peserta telah melalui proses seleksi ketat di tingkat kecamatan yang diikuti oleh berbagai sekolah se-Kecamatan Winong. Peserta didik yang berhasil meraih juara pertama pada seleksi tersebut berhak mewakili Kecamatan Winong di tingkat kabupaten.

Adapun delegasi dari MTs Roudlotusysyubban yang berkompetisi pada ajang ini adalah:

 * Muhammad Aidil Zulfikar, mewakili Kecamatan Winong pada cabang Hifdz Al-Qur'an 1 Juz dan Tilawah Putra.

 * Meisya Hibatillah Naufalin, mewakili Kecamatan Winong pada cabang Kaligrafi Golongan Mushaf Putri.

Rangkaian perlombaan berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa syukur. Pada sesi pengumuman hasil perlombaan, kabar membanggakan datang dari cabang Hifdz Al-Qur'an 1 Juz dan Tilawah Putra. Muhammad Aidil Zulfikar berhasil mengukir prestasi gemilang dengan meraih Juara 1.

Pencapaian ini tidak hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Kecamatan Winong. Semoga keberhasilan ini dapat menjadi sumber inspirasi serta motivasi bagi seluruh siswa-siswi MTs Roudlotusysyubban untuk terus berprestasi dan mengembangkan potensi diri.

Atas pencapaian tersebut, delegasi MTs Roudlotusysyubban akan bersiap melanjutkan perjuangan mewakili Kabupaten Pati di tingkat provinsi. Semoga pada kompetisi tingkat provinsi mendatang, dapat kembali meraih prestasi yang membanggakan.



Siswa MTs Roudlotusysyubban Raih Prestasi pada MTQ Umum XXXIII Tingkat Kecamatan

Posted by On 5:52 PM

 



Pati, 14 September 2026 — Kabar membanggakan datang dari MTs Roudlotusysyubban Tawangrejo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati. Lima siswa dan siswi madrasah mengikuti seleksi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Umum XXXIII yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Pati. Seleksi di tingkat kecamatan dilaksanakan pada Senin (14/9/2026).

Dalam ajang tersebut, MTs Roudlotusysyubban mengirimkan lima peserta untuk berkompetisi pada beberapa cabang. Mereka adalah Muhammad Aidil Zulfikar pada cabang Hifdz Al-Qur’an 1 Juz dan Tilawah putra, Nada Fajirah Salsanabila pada cabang Hifdz Al-Qur’an 1 Juz dan Tilawah putri, Meisya Hibatillah Naufalin pada cabang Kaligrafi Golongan Mushaf putri, Ahmad Bastian Firdaus pada cabang Kaligrafi Golongan Mushaf putra, serta Muhammad Maher Arjuna pada cabang Tilawah Al-Qur’an.

Keikutsertaan mereka telah dipersiapkan dengan penuh kesungguhan. Para peserta menjalani latihan secara rutin dan giat untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri agar mampu memberikan penampilan terbaik saat perlombaan.

Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Empat peserta MTs Roudlotusysyubban berhasil meraih prestasi membanggakan. Muhammad Aidil Zulfikar berhasil meraih Juara I Hifdz Al-Qur’an 1 Juz dan Tilawah putra. Pada cabang Kaligrafi Golongan Mushaf putri, Meisya Hibatillah Naufalin meraih Juara I. Sementara itu, Ahmad Bastian Firdaus meraih Juara II Kaligrafi Golongan Mushaf putra, dan Muhammad Maher Arjuna meraih Juara II Tilawah Al-Qur’an.

Capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi madrasah sekaligus menjadi bukti bahwa ketekunan, latihan, dan semangat untuk terus belajar dapat menghasilkan prestasi yang membanggakan. Keberhasilan para peserta juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk berani mengembangkan potensi dan mengikuti berbagai ajang kompetisi.

Kepada para peraih juara, madrasah menyampaikan apresiasi dan selamat atas pencapaian yang telah diraih. Adapun bagi peserta yang belum memperoleh juara, pengalaman mengikuti MTQ ini diharapkan menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk meningkatkan keberanian, kepercayaan diri, serta kemampuan menghadapi kompetisi pada masa mendatang.

Selanjutnya, para peraih Juara I akan mengikuti kompetisi tingkat kabupaten yang akan dijadwalkan berlangsung pada 30 September 2026. Semoga mereka mampu mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, diberikan kelancaran dalam mengikuti kompetisi, serta mampu menampilkan kemampuan terbaik dan kembali meraih prestasi yang membanggakan.






Upacara Bendera MTs Roudlotusysyubban: Melatih Kedisiplinan dan Menumbuhkan Semangat Berprestasi

Posted by On 5:37 PM



Petugas Upacara Kelas 8-B

MTs Roudlotusysyubban Tawangrejo melaksanakan upacara bendera pada Senin, 21 September 2026, bertempat di halaman madrasah. Upacara diikuti oleh seluruh siswa dan siswi MTs Roudlotusysyubban serta Bapak/Ibu Dewan Guru dengan penuh tertib dan khidmat.

Pada kesempatan kali ini, siswa dan siswi kelas 8B dipercaya menjadi petugas upacara. Meskipun merupakan pengalaman pertama bagi kelas 8B dalam menjalankan tugas tersebut, seluruh petugas mampu melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik sehingga upacara berjalan lancar.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari persiapan yang telah dilakukan selama satu minggu sebelumnya. Para siswa kelas 8B berlatih secara rutin untuk mempersiapkan diri agar dapat menjalankan setiap tugas dengan sebaik-baiknya. Kegiatan ini menjadi bagian dari program madrasah untuk melatih keberanian, kedisiplinan, jiwa kepemimpinan, serta rasa tanggung jawab siswa.

Selain pelaksanaan upacara, kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi madrasah untuk memberikan apresiasi kepada siswa-siswi berprestasi. Kepala Madrasah memberikan penghargaan kepada para siswa yang berhasil meraih kejuaraan dalam MTQ Umum XXXIII Tingkat Kecamatan Winong.

Adapun siswa-siswi yang menerima penghargaan tersebut adalah:

  1. Muhammad Aidil Zulfikar, Juara I Hifdz Al-Qur’an 1 Juz dan Tilawah Putra.
  2. Muhammad Maher Arjuna, Juara II Cabang Tilawah Putra.
  3. Meisya Hibatillah Naufalin, Juara I Cabang Kaligrafi Mushaf.
  4. Ahmad Bastian Firdaus, Juara II Cabang Kaligrafi Mushaf.

Pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi madrasah atas kerja keras dan prestasi yang telah diraih oleh para siswa. Prestasi tersebut juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh siswa dan siswi MTs Roudlotusysyubban untuk terus belajar, berkarya, dan berusaha meraih prestasi di berbagai bidang.

Semoga prestasi yang telah diraih dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus bersemangat, pantang menyerah, serta berani mengembangkan potensi yang dimiliki. Dengan semangat belajar dan kerja keras, diharapkan siswa-siswi MTs Roudlotusysyubban mampu mewujudkan cita-cita dan meraih kesuksesan di masa depan.













Sembilan Siswa MTs Roudlotusysyubban Tawangrejo Winong Ikuti OMI 2026 Tingkat Kabupaten Pati

Posted by On 7:54 PM


Pati, Selasa, 8 September 2026
— Semangat berkompetisi dan mengembangkan kemampuan akademik ditunjukkan oleh sembilan siswa MTs Roudlotusysyubban Tawangrejo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati. Kesembilan siswa tersebut turut ambil bagian dalam ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Pati yang dilaksanakan pada Selasa (8/9/2026) di MTs Negeri 1 Pati.

Olimpiade Madrasah Indonesia atau OMI merupakan salah satu ajang kompetisi akademik yang menjadi wadah bagi siswa madrasah untuk mengembangkan potensi dan kemampuan yang dimiliki. Melalui kompetisi tersebut, para peserta tidak hanya dituntut untuk menguasai materi pelajaran, tetapi juga dilatih untuk memiliki keberanian, ketelitian, konsentrasi, serta kemampuan dalam menghadapi tantangan akademik.

Pelaksanaan OMI menjadi salah satu kesempatan penting bagi para siswa madrasah untuk mengukur sejauh mana kemampuan yang telah mereka kembangkan selama proses pembelajaran. Selain itu, kompetisi tersebut juga memberikan pengalaman bagi peserta untuk berinteraksi dan bersaing secara sehat dengan siswa-siswa dari madrasah lain di wilayah Kabupaten Pati.

Keikutsertaan MTs Roudlotusysyubban Tawangrejo Winong dalam OMI 2026 merupakan bagian dari upaya madrasah dalam memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan bakat dan kemampuan akademiknya. Madrasah terus mendorong para siswa agar tidak hanya aktif dalam kegiatan pembelajaran di kelas, tetapi juga memiliki keberanian untuk mengikuti berbagai kompetisi di tingkat yang lebih luas.

Pada OMI tahun ini, MTs Roudlotusysyubban Tawangrejo Winong mengirimkan sembilan siswa yang mengikuti kompetisi sesuai dengan bidang mata pelajaran yang telah dipersiapkan. Kesembilan peserta tersebut terdiri atas Meisya Hibatillah Naufalin, Alika Izzatussyifa, Princess Dania Balqis, Agnia Ilmi Diniati, Anandita Oktaviani, Mikhayla Vanesa Putri, Arden Rasendriya Wijaya, Diah Ayu Wulandari, dan Azzam Rifqi Wibowo.

Sejak mengikuti rangkaian persiapan hingga pelaksanaan kompetisi, para peserta diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Persiapan yang dilakukan tidak hanya bertujuan untuk memperoleh hasil terbaik dalam perlombaan, tetapi juga sebagai proses pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan, kedisiplinan, dan rasa percaya diri para siswa.

Dalam mengikuti kompetisi tingkat kabupaten, para siswa tentunya menghadapi peserta dari berbagai madrasah dengan kemampuan dan persiapan yang beragam. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus pengalaman berharga bagi peserta didik MTs Roudlotusysyubban Tawangrejo Winong. Mereka dituntut untuk tetap fokus, percaya diri, dan mengerjakan setiap tahapan kompetisi dengan kemampuan terbaik yang dimiliki.

Bagi madrasah, keikutsertaan dalam OMI tidak semata-mata berorientasi pada perolehan juara. Lebih dari itu, pengalaman mengikuti kompetisi diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter peserta didik. Sikap berani mencoba, pantang menyerah, mampu menerima hasil, serta menjunjung tinggi sportivitas merupakan nilai-nilai penting yang dapat diperoleh melalui kegiatan kompetisi akademik.

Kesembilan siswa tersebut mengikuti OMI 2026 dengan penuh semangat dan membawa harapan untuk dapat memberikan hasil terbaik bagi madrasah. Keikutsertaan mereka juga menjadi bentuk nyata bahwa siswa madrasah memiliki potensi akademik yang dapat terus dikembangkan dan bersaing pada tingkat yang lebih luas.

Keluarga besar MTs Roudlotusysyubban Tawangrejo Winong memberikan doa dan dukungan kepada seluruh peserta yang telah berjuang dalam ajang OMI 2026. Dukungan tersebut diharapkan dapat menjadi tambahan motivasi bagi para siswa agar mampu menjalani kompetisi dengan penuh keyakinan dan tetap memberikan kemampuan terbaik hingga seluruh rangkaian perlombaan selesai.

Madrasah berharap pengalaman yang diperoleh dalam OMI tahun ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi para peserta. Apapun hasil yang nantinya diraih, keberanian untuk tampil dan berkompetisi sudah menjadi bagian penting dari perjalanan mereka dalam mengembangkan potensi diri.

Harapan besar juga disampaikan agar para peserta mampu memperoleh hasil yang membanggakan, membawa nama baik MTs Roudlotusysyubban Tawangrejo Winong, serta memiliki kesempatan untuk melaju hingga babak final OMI 2026.

Semoga seluruh perjuangan, persiapan, kerja keras, dan doa yang telah dilakukan oleh para siswa, guru pendamping, serta keluarga besar madrasah dapat membuahkan hasil terbaik. Semoga OMI 2026 menjadi pengalaman berharga sekaligus langkah awal bagi para peserta untuk meraih prestasi yang lebih tinggi pada masa mendatang.

Upacara Bendera Hari Senin MTs Roudlotusysyubban, Momentum Menumbuhkan Kepercayaan Diri dan Mengapresiasi Prestasi Siswa

Posted by On 12:53 AM

 MTs Roudlotusysyubban kembali melaksanakan upacara bendera pada Senin pagi di halaman madrasah, Senin (7/9/2026). Kegiatan berlangsung dengan tertib dan diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan. Upacara bendera kali ini menjadi momentum yang tidak hanya berkaitan dengan pembentukan kedisiplinan dan rasa cinta tanah air, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk belajar tampil di hadapan orang lain, membangun kepercayaan diri, serta melatih jiwa kepemimpinan.

Para siswa yang bertugas dalam upacara telah melakukan latihan sebelumnya. Dengan persiapan tersebut, mereka menunjukkan keberanian dan kepercayaan diri saat menjalankan tugas di hadapan seluruh warga madrasah. Meskipun pelaksanaan belum sepenuhnya sempurna, keberanian mereka untuk tampil dan bertanggung jawab patut mendapatkan apresiasi. Proses belajar tidak selalu ditandai dengan hasil yang sempurna. Keberanian untuk mencoba, berlatih, menerima evaluasi, dan terus memperbaiki diri merupakan bagian penting dari pendidikan. Melalui kegiatan seperti ini, siswa belajar bahwa kepercayaan diri dan kepemimpinan tumbuh melalui proses dan pengalaman.

 Apresiasi bagi Siswa dan Regu Berprestasi

Hal yang istimewa dalam upacara bendera kali ini adalah pemberian penghargaan kepada siswa dan regu yang telah berhasil mengukir prestasi dalam berbagai bidang. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras, semangat, kedisiplinan, dan dedikasi yang telah ditunjukkan. Penghargaan pertama diberikan kepada Dafa Maulana Bahtiar, siswa kelas VIII-B, yang berhasil meraih Juara III Pencak Silat Pra Remaja dalam Muria Raya Open III Tahun 2026. Kejuaraan tersebut diselenggarakan pada 7 Agustus 2026 bertempat di GOR Pesantenan.

Penghargaan kedua diberikan kepada Regu Putra Pangkalan MTs Roudlotusysyubban, yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Ketua Regu Putra, Fahrul Arifin, siswa kelas IX-A. Regu putra berhasil meraih Juara II Tergiat Putra dalam Kemah Jambore Ranting ke-XXIV Kwaran Winong. Sementara itu, penghargaan ketiga diberikan kepada *Regu Putri Pangkalan MTs Roudlotusysyubban, yang diwakili oleh Ketua Regu Putri, Princess Dania Balqis, siswa kelas IX-A. Regu putri berhasil meraih Juara II Tergiat Putri dalam Kemah Jambore Ranting ke-XXIV Kwaran Winong yang diselenggarakan pada 30 Agustus–1 September 2026.

Pemberian penghargaan tersebut disambut dengan penuh kebanggaan oleh seluruh warga madrasah. Prestasi yang diraih bukan hanya menjadi kebanggaan bagi siswa yang bersangkutan, tetapi juga menjadi bagian dari prestasi MTs Roudlotusysyubban. Melalui apresiasi tersebut, madrasah berharap prestasi para siswa dapat menjadi teladan sekaligus motivasi bagi seluruh siswa MTs Roudlotusysyubban untuk terus berani mengembangkan potensi, bekerja keras, disiplin, dan memberikan prestasi terbaik sesuai dengan bidang yang diminati.

Prestasi bukan semata-mata tentang menjadi juara. Lebih dari itu, prestasi merupakan buah dari keberanian untuk mencoba, kesungguhan dalam berlatih, kedisiplinan dalam menjalani proses, serta kemauan untuk terus belajar dan berkembang. Semoga semangat berprestasi, keberanian untuk tampil, dan jiwa kepemimpinan yang ditunjukkan dalam upacara hari ini dapat terus tumbuh dalam diri seluruh siswa MTs Roudlotusysyubban.

Teruslah berani mencoba, teruslah belajar, dan teruslah berprestasi. Karena setiap langkah kecil hari ini dapat menjadi awal dari pencapaian besar di masa depan.

MTs Roudlotusysyubban Boyong Dua Piala pada Jambore Ranting XXIV Kwaran Winong

Posted by On 9:15 PM

PATI — Kontingen Pramuka MTs Roudlotusysyubban Tawangrejo berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Jambore Ranting (Jamran) XXIV Kwartir Ranting (Kwaran) Winong. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Minggu (30/8/2026) hingga Selasa (1/9/2026) ini dipusatkan di Lapangan Desa Tanggel, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Agenda besar Pramuka tingkat kecamatan ini diikuti oleh jajaran satuan pendidikan tingkat SD/MI dan SMP/MTs se-Kecamatan Winong. Selain diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pramuka, ajang ini juga digelar untuk menyambut kedatangan rombongan Estafet Tunas Kelapa (ETK). Pada Jamran XXIV ini, MTs Roudlotusysyubban menerjunkan 28 Pramuka Penggalang yang terbagi atas 14 siswa regu putra dan 14 siswi regu putri.

Hari Pertama: Dominasi di Bidang Teknik dan Pengetahuan Kepramukaan

Rangkaian kegiatan diawali pada Minggu pagi melalui upacara pembukaan, yang dilanjutkan dengan berbagai macam mata lomba. Lomba pionering menjadi pembuka kompetisi. Setiap pangkalan mengirimkan empat putra dan empat putri untuk membangun menara pandang menggunakan 20 tongkat dalam durasi 60 menit. Kerapian dan ketepatan simpul kontingen putri MTs Roudlotusysyubban berhasil memikat tim juri independen yang didatangkan dari luar Kecamatan Winong.

Memasuki Minggu sore, perlombaan dilanjutkan dengan Uji Pengetahuan Umum Kepramukaan (PUK). Masing-masing regu diwakili oleh tiga anggota untuk menyelesaikan 20 soal uraian (essay) dalam waktu 60 menit. Pada cabang ini, kontingen MTs Roudlotusysyubban kembali mempertahankan predikatnya dengan meraih skor tinggi.

Hari Kedua: Uji Fisik, Kreativitas, dan Seni Budaya

Hari kedua, Senin (31/8/2026), menjadi panggung penentu bagi para peserta. Rangkaian penjelajahan (hiking) menyajikan lima pos tantangan:

  • Semaphore: yaitu sistem komunikasi visual menggunakan dua buah bendera yang digerakkan pada posisi tertentu untuk membentuk huruf, angka, maupun tanda khusus sehingga bisa menyusun kata dan kalimat. Kontingen berhasil meraih nilai sempurna dalam komunikasi visual bendera.
  • PBB dan Yel-Yel: Penampilan tegas dan kompak baik pemimpin maupun pasukannya dinilai langsung oleh personel Polsek dan Koramil Winong. Point yg didapatkan tidak kalah dengan pangkalan lain.
  • Sandi Morse: Peserta mampu menuntaskan seluruh soal dengan capaian nilai sempurna.
  • Menaksir: Pengukuran matematis untuk menaksir tinggi bangunan masjid. Nilai tertinggi adalah jawaban yang paling mendekati benar.
  • P3K dan Dragbar: Pembuatan tandu darurat serta teknik penanganan patah tulang kaki. Penilaiannya pada titik kekuatan dan simpul tali yang benar. mendapat apresiasi dari juri kompeten antar-kecamatan, khususnya dalam simulasi pengangkutan korban.

Pada sore harinya, suasana semakin meriah dengan digelarnya karnaval budaya. Berbeda dari tahun sebelumnya, karnaval kali ini masuk ke dalam penilaian resmi. MTs Roudlotusysyubban menyuguhkan tarian pembuka sebelum pawai dimulai, yang sukses memikat perhatian juri dan meraih poin tinggi.

Malam harinya, panggung pentas seni menjadi ajang unjuk kebolehan. Regu putri membawakan Tari Memetri—tarian khas Magelang yang bermakna menjaga dan melestarikan tradisi leluhur. Tarian ini memiliki makna "Jawa iku luhur. Dadiya jawa kang ngurmati leluhur jawa. Dadiya jawa kang ngupakara, nglestarekake, lan ngrugkebi budaya leluhur jawa. Mula yen siro wong jawa, wajib MEMETRI." Artinya : menjadi orang Jawa seutuhnya berarti memikul tanggung jawab untuk menghormati (ngurmati), merawat (ngupakara), dan membela (ngrugkebi) tradisi leluhur agar cahyanya tetap menyala di era modern. Sementara itu, regu putra menyajikan pertunjukan drama bertajuk Asal-usul Gunung Merapi. Kedua penampilan tersebut berhasil menuai pujian dari penonton dan dewan juri.

Hari Ketiga: Bertugas di Upacara Penutupan dan Raih Juara Tergiat

Puncak acara dilaksanakan pada Selasa (1/9/2026). Pangkalan MTs Roudlotusysyubban mendapat kehormatan dan kepercayaan besar untuk bertindak sebagai petugas upacara penutupan Jambore Ranting XXIV. Tugas tersebut diselesaikan dengan mantap dan penuh kedisiplinan berkat latihan intensif yang telah dijalankan.

Sesi yang paling dinantikan—pengumuman kejuaraan—menjadi penutup yang manis. Berkat kerja keras dan latihan selama berpekan-pekan, MTs Roudlotusysyubban berhasil membawa pulang dua piala sekaligus, yaitu Juara Tergiat 2 Regu Putra dan Juara Tergiat 2 Regu Putri.

Capaian ini sekaligus mempertahankan prestasi berturut-turut yang diraih pangkalan pada tahun sebelumnya. Hasil memuaskan ini menjadi bukti nyata atas kegigihan para siswa, siswi, serta bimbingan intensif dari para kakak pembina MTs Roudlotusysyubban Tawangrejo.