PATI — Kontingen Pramuka MTs Roudlotusysyubban Tawangrejo berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Jambore Ranting (Jamran) XXIV Kwartir Ranting (Kwaran) Winong. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Minggu (30/8/2026) hingga Selasa (1/9/2026) ini dipusatkan di Lapangan Desa Tanggel, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Agenda besar Pramuka tingkat kecamatan ini diikuti oleh
jajaran satuan pendidikan tingkat SD/MI dan SMP/MTs se-Kecamatan Winong. Selain
diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pramuka, ajang ini juga digelar
untuk menyambut kedatangan rombongan Estafet Tunas Kelapa (ETK). Pada Jamran
XXIV ini, MTs Roudlotusysyubban menerjunkan 28 Pramuka Penggalang yang terbagi
atas 14 siswa regu putra dan 14 siswi regu putri.
Hari Pertama: Dominasi di Bidang Teknik dan Pengetahuan
Kepramukaan
Rangkaian kegiatan diawali pada Minggu pagi melalui upacara
pembukaan, yang dilanjutkan dengan berbagai macam mata lomba. Lomba pionering
menjadi pembuka kompetisi. Setiap pangkalan mengirimkan empat putra dan empat
putri untuk membangun menara pandang menggunakan 20 tongkat dalam durasi 60
menit. Kerapian dan ketepatan simpul kontingen putri MTs Roudlotusysyubban
berhasil memikat tim juri independen yang didatangkan dari luar Kecamatan
Winong.
Memasuki Minggu sore, perlombaan dilanjutkan dengan Uji
Pengetahuan Umum Kepramukaan (PUK). Masing-masing regu diwakili oleh tiga
anggota untuk menyelesaikan 20 soal uraian (essay) dalam waktu 60 menit.
Pada cabang ini, kontingen MTs Roudlotusysyubban kembali mempertahankan
predikatnya dengan meraih skor tinggi.
Hari Kedua: Uji Fisik, Kreativitas, dan Seni Budaya
Hari kedua, Senin (31/8/2026), menjadi panggung penentu bagi
para peserta. Rangkaian penjelajahan (hiking) menyajikan lima pos
tantangan:
- Semaphore:
yaitu sistem komunikasi visual menggunakan dua buah bendera yang
digerakkan pada posisi tertentu untuk membentuk huruf, angka, maupun tanda
khusus sehingga bisa menyusun kata dan kalimat. Kontingen berhasil meraih
nilai sempurna dalam komunikasi visual bendera.
- PBB
dan Yel-Yel: Penampilan tegas dan kompak baik pemimpin maupun
pasukannya dinilai langsung oleh personel Polsek dan Koramil Winong. Point
yg didapatkan tidak kalah dengan pangkalan lain.
- Sandi
Morse: Peserta mampu menuntaskan seluruh soal dengan capaian
nilai sempurna.
- Menaksir:
Pengukuran matematis untuk menaksir tinggi bangunan masjid. Nilai
tertinggi adalah jawaban yang paling mendekati benar.
- P3K
dan Dragbar: Pembuatan tandu darurat serta teknik penanganan
patah tulang kaki. Penilaiannya pada titik kekuatan dan simpul tali yang
benar. mendapat apresiasi dari juri kompeten antar-kecamatan, khususnya
dalam simulasi pengangkutan korban.
Pada sore harinya, suasana semakin meriah dengan digelarnya
karnaval budaya. Berbeda dari tahun sebelumnya, karnaval kali ini masuk ke
dalam penilaian resmi. MTs Roudlotusysyubban menyuguhkan tarian pembuka sebelum
pawai dimulai, yang sukses memikat perhatian juri dan meraih poin tinggi.
Malam harinya, panggung pentas seni menjadi ajang unjuk
kebolehan. Regu putri membawakan Tari Memetri—tarian khas Magelang yang
bermakna menjaga dan melestarikan tradisi leluhur. Tarian ini memiliki makna "Jawa
iku luhur. Dadiya jawa kang ngurmati leluhur jawa. Dadiya jawa kang ngupakara,
nglestarekake, lan ngrugkebi budaya leluhur jawa. Mula yen siro wong jawa,
wajib MEMETRI." Artinya : menjadi orang Jawa seutuhnya berarti memikul
tanggung jawab untuk menghormati (ngurmati), merawat (ngupakara), dan membela
(ngrugkebi) tradisi leluhur agar cahyanya tetap menyala di era modern.
Sementara itu, regu putra menyajikan pertunjukan drama bertajuk Asal-usul
Gunung Merapi. Kedua penampilan tersebut berhasil menuai pujian dari
penonton dan dewan juri.
Hari Ketiga: Bertugas di Upacara Penutupan dan Raih Juara
Tergiat
Puncak acara dilaksanakan pada Selasa (1/9/2026). Pangkalan
MTs Roudlotusysyubban mendapat kehormatan dan kepercayaan besar untuk bertindak
sebagai petugas upacara penutupan Jambore Ranting XXIV. Tugas tersebut
diselesaikan dengan mantap dan penuh kedisiplinan berkat latihan intensif yang
telah dijalankan.
Sesi yang paling dinantikan—pengumuman kejuaraan—menjadi
penutup yang manis. Berkat kerja keras dan latihan selama berpekan-pekan, MTs
Roudlotusysyubban berhasil membawa pulang dua piala sekaligus, yaitu Juara
Tergiat 2 Regu Putra dan Juara Tergiat 2 Regu Putri.
Capaian ini sekaligus mempertahankan prestasi berturut-turut
yang diraih pangkalan pada tahun sebelumnya. Hasil memuaskan ini menjadi bukti
nyata atas kegigihan para siswa, siswi, serta bimbingan intensif dari para
kakak pembina MTs Roudlotusysyubban Tawangrejo.
.png)
.jpeg)



.jpeg)
.jpeg)




